Rasa Sakit Yang Nikmat (Kuasa Tuhan)
Peristiwa mengejutkan kembali menimpa pada diriku
Tepatnya pada hari Minggu 07 Februari 2021, Pukul; 04:35 dini hari
Dimana aku tertelan gigi yang kemudian tersangkut didalam rongga tenggorokan
yang terletak diantara zakun
Peristiwa tersebut terjadi pada saat aku terlelap tidur
Dan terbangun dengan kondisi tidak bisa bernafas sama sekali
akhirnya aku memutuskan untk minum air putih yang selalu tersedia dikamarku
namun aku terkejut, air itu tidak bisa masuk kedalam tubuhku
malah keluar lagi, lalu aku muntah berulang-ulang kali.
mengetahui hal tersebnut tanpa berfikir dengan panjang, aku lalu melompat dari lantai II
menuju lantai 1 tanpa melalui tangga dengan posisi lurus guna menggetarkan / menghempaskan
rongga udara yang terkumpul dibawah telapak kaki dan memompa udara dari perut,
agar cepat m,engalir keatas hingga ke hidung.
dengan bacaan bissmillah didalam hati, aku lalu melompat
dan akhirnya dapat bernafas sedikit, setelah tidak bisa bernafas selama (-+) hampir 2 mnit
lalu memandang ibuku yang saat itu akan pergi ke surau untk ibadah sholat subuh.
didepannya aku kembali muntah beberapa kali dan aku dimarahi
agar segera membersihkannya.
tak lama berselang ibuku pergi ke surau, giliran bapak yang keluar dan melihat kondisiku yang termuntah - mundah lagi. hingga akhirnya aku memutuskan untk pergi kerumkit yang ada di Tanjubng raya II.
Setibanya disana, tak satupun manusia yang kutemukan, melainkan hanya orang-orang yang menjaga parkiran, kemudian aku memutuskan untk kembali pulang kerumah.
dengan menahan segala rasa sakit, aku kemudian mengambil motor Mio biru mamak
dan langsung pergi kerumkit dekat jembatan kapuas II
setengah jam aku aku membangunkan orang yang ada disana, baru di respon dan diperiksa, hingga akhirnya aku diminta untuk pergi ke rumkit Sudarso. dengan penuh rasa sakit yang ku bayangkan dengan nikmat, aku kembali melanjutkan perjalanan menuju rumkit sudarso
sesampainya disana aku mengadu kalau aku mengalami sakit dan ada benda yang tersangkut didalam tenggorokanku. karena aku pergi sendiri, kebanyakkan mereka tidak percaya dan bahkan mebngira, aku adalah anak yang hidup sebatang kara tanpa keluarga. lalu aku yang sedang sakit ini mengurus sema berkas berobat dan ketika selesai aku menelpon kedua ortu untuk meminta mereka datang ke Rumkit Sudarso.
tak lama berselang, orangtua ku pun datang dan aku langsung di rapit test dan diminta untk berjalan menuju ruang rongsen tanpa ada kursi roda. dengan penuh menahan rasa aku kembali melanjutkan perjalanan menuju ruang rongsen.
setelah sampai diruang rongsen, disitulah ditemukan dan baru ku ketahui bawah ada benda yang tersangkut didalam tenggorokanku dengan jelas, dan semua perawat seberta satpam menertawakan kejadian yang menimpaku saat itu.lalu aku menatap mereka dengan penuh senyum dan berdoa. semoga apa yang menimpaku hari ini. tidak menimpa diri dan sanak keluarga mereka.
berdasarkan hasil rongsen tersebut yang sudah di kordinasikan bersama keluargaku, diputuskan aku harus menjalani Operasi pengambilan barang yang tersangkut pada tenggorokanku
tak lama berselang, berita buruk kembali menghampiri
kali ini, giliran dokter Bedah (THT) tidak ada di tempat
Tidak ada komentar